Filosofi Tujuan Hidup Manusia
Pertama maksud menulis dalam tulisan ini jelas
untuk menjawab pertanyaan pertama dari seorang filsuf besar Jerman abad ke-18
yaitu Immanuel Kant. Mengenai tentang tujuan hidup manusia. Melihat fenomena
yang terjadi di dalam kehidupan, berbagai macam pilihan dalam menentukan tujuan
hidup merupakan hal yang rumit tergantung bagaimana manusia tersebut dapat
menyikapinya.
Setiap manusia memiliki agenda masing-masing
tentang apa yang menjadi tujuan-tujuan dalam hidup kita. Dalam hidup terdapat
alasan-alasan yang mendefinisikan tujuan hidup kita yang paling mendasar. Tidak
banyak dari kita yang memiliki tujuan hidup, padahal mencari tujuan hidup tidak
boleh main-main ataupun sembarangan. Sebuah awal akan menentukan bagaimana masa
yang akan datang, melihat yang telah kita ketahui, manusia bukanlah sekadar
otak dengan tubuh fisik saja. Manusia terdiri dari tubuh, jiwa dan roh. Secara
spiritual otak yang telah diberikan Sang Maha Pencipta dapat semaksimal mungkin
kita gunakan untuk berpikir dan menjadikan manusia berakal. Kegunaan akal yang
diberikan pada tiap-tiap manusia menjadikannya memiliki pengetahuan dan pada setiap
manusia pasti pernah mencari sesuatu hal yang menyangkut tujuan hidupnya
sehingga dapat mengetahui apa tujuan hidupnya dan merasakan pengalaman mencari
tahu arti tujuan hidupnya. Pengalaman ini lah yang berbeda-beda pada setiap
manusia sehingga dapat dijadikan landasan pemikiran dalam bertindak untuk
mencapai pilihan tujuan hidupnya. Sebab kesempurnaannya manusia berbeda-beda
dan manusia sendiri merupakan makhluk yang mempunyai derajat paling tinggi di
bandingkan makhluk lainnya, sudah sepantasnya mampu dengan akal dan pikirannya
mencari apa yang terbaik untuk tujuan hidupnya.
Effendi,Irmansyah. 2003. Mencapai Tujuan Hidup Yang Sebenarnya. Jakarta: PT Gramedia Pusaka Utama.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar