Filsafat Mencoba Mengartikan Kehidupan yang Sulit
Tidak Berlaku Selamanya
Menurut Aristoteles,
hati adalah tempat keberadaan emosi manusia. Menempuh kehidupan malang
melintang sudah pasti, menggunakan hati dalam memilih.
Hidup juga bukan untuk hanya untuk bersenang-senang,
ini sudah menjadi sebagian pilihan dalam hidup dan tiap orang biasanya memilih
sengsara dahulu barulah bahagia, seperti pepatah bersakit-sakit dahulu,
bersenang-senang kemudian.
Semua ujian ini
semoga menjadi awal untuk kehidupan yang lebih baik. Pertanda bahwa di
dalam dunia ini tidak selamanya manusia mengalami kesedihan, kesengsaraan saja
melainkan juga kebahagiaan, kesenangan, kemakmuran. Hanya saja, apakah mampu
menjalaninya? Sebagai manusia, hidup di dunia adalah fana, berusaha semaksimal
mungkin untuk dapat menjalaninya secara ikhlas, semua kesulitan pada akhirnya
hanya akan menjadikan manusia semakin kuat dan tabah. Semua akan indah pada
waktunya. Begitulah filsafat memahami proses ini.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar