Jumat, 30 September 2016

Filosofi Tujuan Hidup Manusia

Filosofi Tujuan Hidup Manusia

Pertama maksud menulis dalam tulisan ini jelas untuk menjawab pertanyaan pertama dari seorang filsuf besar Jerman abad ke-18 yaitu Immanuel Kant. Mengenai tentang tujuan hidup manusia. Melihat fenomena yang terjadi di dalam kehidupan, berbagai macam pilihan dalam menentukan tujuan hidup merupakan hal yang rumit tergantung bagaimana manusia tersebut dapat menyikapinya.
Setiap manusia memiliki agenda masing-masing tentang apa yang menjadi tujuan-tujuan dalam hidup kita. Dalam hidup terdapat alasan-alasan yang mendefinisikan tujuan hidup kita yang paling mendasar. Tidak banyak dari kita yang memiliki tujuan hidup, padahal mencari tujuan hidup tidak boleh main-main ataupun sembarangan. Sebuah awal akan menentukan bagaimana masa yang akan datang, melihat yang telah kita ketahui, manusia bukanlah sekadar otak dengan tubuh fisik saja. Manusia terdiri dari tubuh, jiwa dan roh. Secara spiritual otak yang telah diberikan Sang Maha Pencipta dapat semaksimal mungkin kita gunakan untuk berpikir dan menjadikan manusia berakal. Kegunaan akal yang diberikan pada tiap-tiap manusia menjadikannya memiliki pengetahuan dan pada setiap manusia pasti pernah mencari sesuatu hal yang menyangkut tujuan hidupnya sehingga dapat mengetahui apa tujuan hidupnya dan merasakan pengalaman mencari tahu arti tujuan hidupnya. Pengalaman ini lah yang berbeda-beda pada setiap manusia sehingga dapat dijadikan landasan pemikiran dalam bertindak untuk mencapai pilihan tujuan hidupnya. Sebab kesempurnaannya manusia berbeda-beda dan manusia sendiri merupakan makhluk yang mempunyai derajat paling tinggi di bandingkan makhluk lainnya, sudah sepantasnya mampu dengan akal dan pikirannya mencari apa yang terbaik untuk tujuan hidupnya.

Effendi,Irmansyah. 2003. Mencapai Tujuan Hidup Yang Sebenarnya. Jakarta: PT Gramedia Pusaka Utama.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar