Minggu, 30 Oktober 2016

Memahami Pendidik

Dalam dunia pendidikan kita tahu bahwa sebagai calon pendidik atau guru sudah sepantasnya memberikan contoh yang terbaik bagi siswa atau anak didiknya dalam mendidik serta mengajar.
Dalam mengajar guru harus mempunyai kreativitas dan kemampuan pemahaman lebih yang secara lebih mendalam.
Sejalan dengan proses menjadi guru, saat ini diupayakan sebagai calon guru kita tidak boleh menjadi pendengar subjektif, maksudnya di sini kita harus menjadi guru yang objektif, mau menerima kekurangan kritik dan saran dari anak didik kita. Ada perubahan - perubahan dalam sistem pendidikan di Indonesia, perubahan spesifik yakni perubahan sistem di sekolah dan perubahan dalam sistem pendidikan.
Dari waktu ke waktu guru diharapkan melaksanakan pembelajaran tidak diulang-ulang, agar anak didik tidak merasa jenuh apalagi bosan dengan materi yang disampaikan, guru juga mempunyai hak dan tanggung jawab serta kesempatan dalam mengajar dan memodifikasi isi materi yang ingin disampaikan, bagi semua calon guru diharapkan mampu bekerja sama mendidik anak didik secara tepat.



Dwi Siswoyo. 1979. Peserta didik dan pendidik.Bandung: Remaja Rosdakarya.

Kamis, 27 Oktober 2016

Paham Modernisasi

Mendengar kata Modernisasi pasti kita langsung memahami tentang kemajuan dan suatu perubahan secara luas dari yang sebelumnya adalah masyarakat tradisional menjadi masyarakat modern. Modernisasi  sendiri berasal dari kata modern yang berarti maju. Secara umum, modernisasi ini membawa perubahan yang begitu besar pada proses kehidupan setiap manusia dan segala peradaban serta kebudayaannya.
Hubungan yang sangat dekat antara orang-orang yang datang membawa pengaruh pada pola pikir, sehingga modernisasi dapat dengan mudah mempengaruhi suatu wilayah yang sebelumnya   tradisional menjadi lebih modern, hal ini erat hubungannya dengan pengaruh kedatangan orang-orang yang mempunyai kelebihan sikap dan perilaku modern walaupun sesungguhnya mereka tidak berniat dan tidak secara sengaja mempengaruhi orang-orang yang masih tradisional.

Senin, 24 Oktober 2016

Memahami melalui Pemahaman

Pemahaman setiap individu pastilah berbeda.

Melihat dari sisi mana mereka berpikir dan menganalisa suatu kejadian peristiwa. Setiap hal dapat dipahami oleh karena kualitas dan intensitas masalah ataupun kejadian. Memperoleh suatu pemahaman tidak hanya dengan melihat, namun melewati seluruh kelima indera yang dapat digunakan sehingga lebih mudah untuk memahami sesuatu. Banyak dari setiap individu mencatat percakapan atau pembicaraan narasumber supaya lebih memahami padahal belum tentu demikian, yang dimaksud dengan model pemahaman banyak sekali misalnya kita dengan mendengarkan dan memperhatikan saja biasanya dapat dengan mudah memahami suatu hal baik itu suatu pembicaraan maupun suatu kejadian yang kita amati.

Jumat, 14 Oktober 2016

Harapan dapat Merubah

Harapan dapat Merubah
Setiap diri individu mampu menjadi para kandidat yang bisa berhasil mengubah dunia di masa depan. Ini adalah harapan dari semuanya seperti siswa, orang tua dan guru di sekolah. Setiap individu apabila menjadi orang yang sukses dapat menjadi kebanggaan bagi orang-orang di sekitarnya. Sebelum menjadi orang sukses, sebagai manusia pertama-tama harus mempunyai mimpi. Membuat mimpi sebesar harapan dan diusahakan haruslah terus tetap tegak sesuai pendirian, meskipun topan menerjang menghalang-halangi mimpi yang dibuat.
Berharap tidak mengenal waktu, bisa di tentukan dari sekarang. Harapan memacu untuk direalisasikan pada kenyataan. 
Jadilah manusia hebat dengan selalu mempunyai harapan. Keberhasilan hidup akan didapatkan dilihat dalam semua waktu dan sekuat apa kita mempunyai harapan dan mimpi yang besar.

Kamis, 13 Oktober 2016

Berfilsafat Keyakinan yang Meyakinkan

Keyakinan?

Apakah keyakinan yang meyakinkan itu?
Setiap masing-masing individu pasti mempunyai keyakinan.
Keyakinan terhadap Tuhannya, sesama individu lainnya, dan keyakinan terhadap dirinya sendiri. Kita ketahui bahwa keyakinan adalah kondisi psikologis yang kuat pada individu yang kepercayaannya dapat menimbulkan sebuah tindakan. Orang - orang yang tidak mempunyai keyakinan terhadap dirinya sendiri berarti memiliki konsep diri yang negatif. Berbeda dengan orang - orang yang mempunyai keyakinan, mereka memiliki perasaan positif terhadap diri mereka sendiri, memiliki keyakinan yang kuat dan memiliki pengetahuan yang akurat dari kemampuannya. 
Kurangnya keyakinan diri dalam kemampuannya, sebab biasanya sering tertekan oleh lingkungan sekitarnya. Keyakinan adalah mental atau kondisi psikologis, dimana individu dapat mengevaluasi keseluruhan keyakinannya. Kepercayaan yang kuat memberinya kemampuan untuk melakukan aksi dalam mencapai berbagai hal serta tujuan dalam hidup.
Orang - orang yang baik, merasa keyakinan diri bukan satu-satunya individu yang merasa mampu dalam segala hal, tetapi menjadi orang yang tahu bahwa keyakinan dibutuhkan sehingga dapat disebabkan oleh pengalaman dan perhitungan yang dilakukannya.

Kamis, 06 Oktober 2016

Filosofi Roda

Dalam kehidupan manusia, sering kali kita jumpai berbagai aktivitas dalam menjalani hidup yang dapat kita jadikan sebuah pelajaran. Poin-poin penting yang biasa dianggap tidak terlalu penting, padahal mempunyai nilai pelajaran yang bermakna.
Saat ini telah banyak orang memiliki kendaraan sebagai kebutuhan hidupnya. Keberadaan kendaraan sangat diperlukan dalam melakukan berbagai aktivitas contohnyakendaraan sepeda motor,dapat kita lihat bagaimana rupanya motor. Mempunyai dua roda yang ada di depan dan di belakang.


Ada hal yang apabila diperhatikan dapat menjadi suatu nasehat filosofis yang bisa di pahami. Roda belakang motor akan selalu di belakang dan berjalan lurus pada porosnya, tidak akan pernah berhasil mengejar roda depan. Semampu apapun roda belakang berusaha. Sehingga nasehat filosofis dari sebuah roda belakang sebagai manusia sebaiknya jangan memaksakan hal-hal yang tidak bisa dipaksakan. Ingat selalu, sebagai manusia pasti tetap dapat bahagia tanpa harus menjadi sebuah roda depan, sepanjang senantiasa bersyukur.

Hubungan Filsafat dan Pendidikan

Hubungan Filsafat dan Pendidikan

Hubungan Filsafat dan PendidikanFilsafat dan pendidikan, dua kata yang berbeda dan mempunyai makna yang dapat berdiri masing-masing. Akan tetapi filsafat dan pendidikan menjadi konteks hal yang bisa disatukan dan dapat dihubungkan apabila menjadikan filsafat sebagai jalan untuk mngatur, menyelaraskan, dan memadukan proses-proses dalan pendidikan.
Artinya, hubungan filsafat dengan pendidikan dijadikan sebagai sarana menjelaskan nilai-nilai pendidikan dengan syarat mengkaitkan dalam satu tema khusus, misalnya ketika filsafat di perlukan sebagai konsentrasi berpikir untuk mengkaji masalah-masalah dalam dunia pendidikan maka artinya usaha filosofis diarahkan secara khusus untuk menjawab masalah pendidikan yang ada. Sehingga mestilah melaksanakan terlebih dahulu pengenalan filsafat dengan pemberian pemahaman yang mendalam tentang filsafat.
Secara garis besar, filsafat apabila dihubungkan atau dikaitkan dengan pendidikan kita tentu akan berpikir adanya filsafat adalah upaya-upaya berpikir krisis, sistematis, radikal dan universal tentang apa saja yang ada dalam dunia dan kemajuan pendidikan yang mengatur, menyelaraskan, dan memadukan segala proses dalam pendidikan. Artinya, filsafat pendidikan dapat menjelaskan nilai-nilai dan tujuan dalam mencapai pendidikan yang diinginkan. Keberadaan filsafat diperlukan untuk menjawab apa yang sesungguhnya tidak dapat dijawab, termasuk konteks dalam dunia pendidikan.
Filsafat dengan pola-pola pemikirannya serta pendekatan filosofis menjawab permasalahan tentang pengajaran di sekolah dan permasalahan lainnya dalam bidang pendidikan. Selain menjawab hal demikian, filsafat juga mempunyai hubungan vertikal dengan pendidikan, dapat diartikan bahwa hubungan vertikal, naik ke atas atau turun kebawah menjadikan filsafat sebagai mother of science dengan cabang-cabang ilmu pendidikan yang lain saling berhubungan seperti dalam cabang ilmu pengantar pendidikan, sejarah pendidikan, teori pendidikan, perbandingan pendidikan dan lain-lain.