Senin, 28 November 2016

Filsafat Mencoba Mengartikan Kehidupan yang Sulit Tidak Berlaku Selamanya

Filsafat Mencoba Mengartikan Kehidupan yang Sulit Tidak Berlaku Selamanya

Menurut Aristoteles, hati adalah tempat keberadaan emosi manusia. Menempuh kehidupan malang melintang sudah pasti, menggunakan hati dalam memilih.
Hidup juga bukan untuk hanya untuk bersenang-senang, ini sudah menjadi sebagian pilihan dalam hidup dan tiap orang biasanya memilih sengsara dahulu barulah bahagia, seperti pepatah bersakit-sakit dahulu, bersenang-senang kemudian.

Semua ujian ini semoga menjadi awal untuk kehidupan yang lebih baik. Pertanda bahwa di dalam dunia ini tidak selamanya manusia mengalami kesedihan, kesengsaraan saja melainkan juga kebahagiaan, kesenangan, kemakmuran. Hanya saja, apakah mampu menjalaninya? Sebagai manusia, hidup di dunia adalah fana, berusaha semaksimal mungkin untuk dapat menjalaninya secara ikhlas, semua kesulitan pada akhirnya hanya akan menjadikan manusia semakin kuat dan tabah. Semua akan indah pada waktunya. Begitulah filsafat memahami proses ini.


Tidak ada komentar:

Posting Komentar