Sebatas Pemikiran menjadi Mahasiswa yang Telah Dewasa
Bagaimana filsafat memandang tentang fenomena telat
mendewasakan diri, bertanggung jawab sebagai mahasiswa pada muda-mudi saat ini,
yang terkadang terbawa sampai usia menjelang kepala tiga atau bahkan kepala
tiga. Sebagai mana diketahui dan dijelaskan oleh banyak ahli, bahwa
hal tersebut disebabkan oleh masa kanak-kanak yang secara emosi kurang
terfasilitasi sehingga menjadikan jiwa kekanak - kanakan di dalam diri seorang
mahasiswa dalam berpikir.
Hal yang sangat ironis sebetulnya, apalagi ketika
manusia mempunyai misi khalifah, yang bertanggung jawab atas kelangsungan bumi
dan makhluk - makhluk lain ciptaan Allah Subhanaanahu wa Ta'alaa. Ditambah
dengan zaman yang semakin lama semakin membutuhkan peran pemimpin yang memiliki
kedewasaan emosi dan berfikir. Di samping masa kemampuan diri yang
berkembang kurang tersalurkan, sebab lain dari terlambatnya kedewasaan
seseorang, adalah karena persiapan menuju masa berpikir yang kurang
komprehensif, dengan kata lain, anak-anak tidak disiapkan untuk dewasa dan
bertanggung jawab setelah melewati pubertas.
Salah satu cara mengasah kedewasaan sebagai pemimpin
dalam kegiatan mahasiswa adalah dengan cara mengajak untuk ikut serta dalam
acara-acara seminar, workshop, yang menghadirkan pembicara profesional, serta
mempunyai cukup ilmu yang luas. Bukan hanya memberikan kebanggaaan tersendiri
bagi anak, tetapi juga bisa menjadi wadah untuk belajar sopan santun dan adab
berkumpul dan berbicara dengan orang dewasa sebagai calon pemimpin di masa
depan. Hal tersebut sudah dicontohkan oleh para sahabat nabi Muhammad SAW
seperti dalam riwayat sahabat Nabi yang bernama Samrah Bin Jundub (lihat
Shahih Muslim no 1603), dan Abdullah Ibn Umar (Shahih Bukhari 70, Shahih Muslim
5028), yang diajak mengahadiri beberapa rapat penting dengan orang-orang dewasa
ketika mereka masih kanak-kanak.
Dengan sering dilibatkannya calon pemimpin masa depan
sebagai mahasiswa ini dalam beberapa kegiatan dewasa, insya Allah secara
bertahap dapat mendidik anak-anak untuk menjadi tumbuh menjadi mahasiswa yang
komprehensif bukan hanya dari sisi biologis, tetapi juga dari sisi emosi dan
tanggungjawab.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar