Apabila mampu
menyadari sebenarnya kehidupan ini begitu indah dan menggairahkan, tentu kita
akan menghargai kehidupan ini. Kita akan mengisi kehidupan kita, setiap hari
penuh dengan optimisme, penuh harapan dan cita-cita yang diperjuangkan, serta
mampu bergaul dengan manusia-manusia lainnya.
Sebaliknya, kalau dalam hidup hanya di isi kehidupan dengan
menggerutu, mengeluh, dan pesimis, tentu kita menjalani hidup ini (dengan)
terasa terbeban dan saat tidak mampu lagi menahan akan memungkinkan kita
mengambil jalan pintas yaitu bunuh diri.
Layakkah berkeluh
kesah? Padahal kita telah dianugerahi kecerdasan yang memungkinkan untuk
membenahi segala sesuatunya. Apakah sesungguhnya hidup bermaksud untuk
menyia-nyiakan semuanya itu? Lantas menyingkirkan beban dan tanggung jawab
siapa?
Jangan biarkan
kelelahan menghujamkan keunggulan diri pada tiap orang. Ambillah sebuah nafas
dalam-dalam. Tenangkan semua alam raya yang ada dalam benak. Lalu temukan lagi
secercah cahaya dibalik awan mendung dan mulailah ambil langkah baru.
Janganlah kekuatan yang ada pada diri,
terjungkal karena sifat berkeluh kesah. Tegakkan bahu. Jangan biarkan semangat
hilang hanya karena tidak tahu jawaban dari masalah yang terjadi tersebut. Beban
kehidupan yang berat lebih suka mereka jalani daripada mereka sesali. Sesungguhnya, ada
orang yang lebih berhak mengeluh dibanding diri sendiri. Sayangnya suara mereka
parau tak terdengar, karena mereka tak sempat lagi untuk mengeluh. Jika
demikian masihkan diri sendiri lebih suka mengeluh daripada menjalani tantangan
hidup ini?
Merenunglah
dalam keheningan. Jangan gunakan pikiran untuk mencari berbagai jawaban. Dalam
perenungan sesungguhnya bukanlah hal untuk mencari jawaban. Cukup berteman
dengan ketenangan maka kita akan mendapatkan kejernihan pikiran.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar