Bagi sekolah
dasar yang menganut sistem guru kelas, tematik terpadu akan memberikan banyak
keuntungan antara lain:
- Fleksibilitas pemanfaatan waktu dan menyesuaikannya dengan kebutuhan siswa
- Menyatukan pembelajaran siswa, konvergensi pemahaman yang diperolehnya sambil mencegah terjadinya inkonsistensi antar mata pelajaran
- Merefleksikan dunia nyata yang dihadapi anak di rumah dan lingkungannya
Selaras dengan cara anak berfikir, dimana menurut
penelitian otak mendukung teori pedagogi dan psikologi bahwa anak menerima
banyak hal dan mengolah dan merangkumnya menjadi satu. Sehingga mengajarkan
secara holistik terpadu adalah sejalan dengan bagaimana otak anak mengolah
informasi.
Kurikulum terpadu sebagai panutan dalam tematik
terpadu adalah salah satu pendekatan pembelajaran dimana kompetensi
[pengetahuan, keterampilan, dan sikap] dari berbagai mapel digabungkan menjadi
satu untuk merumuskan pemahaman yang lebih mendalam dan mendasar tentang apa
yang harus dikuasai siswa.
Telah banyak peneliti pendidikan yang menekankan
pentingnya pembelajaran terpadu seperti Susan Drake,
Heidi Hayes Jacobs, James Beane and Gordon Vars, dll
yang menyatakan bahwa kurikulum adalah terkait, terpadu, lintas disiplin,
holistik, dan berbagai istilah lain yang memiliki arti yang sama.
James Beane lebih jauh menekankan “When we are confronted in real life with a compelling problem or puzzling
situation, we
don’t ask which part is mathematics, which part is science, which part is
history, and so on. Instead we draw on or seek out knowledge and skill from any
and all sources that might be helpful”
Masalah fokus pembelajaran: ada istilah-istilah IPA
yang memiliki arti berbeda dengan istilah-istilah umum pada matapelajaran
Bahasa Indonesia, misalnya: “gaya”, “usaha”, “daya”, dll.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar