Setiap individu paling tidak mempunyai satu pendirian,
seperti memiliki pijakan kokoh dan jelas yang akan tampak dan dapat dirasakan
berbeda dengan yang lain di lingkungannya, seperti hadits ‘ghuraba’ yang
banyak kita dengar, sebab memang nyatanya mereka (setiap individu) seperti
orang aneh dan asing.
Tapi tujuannya bukan saja membuat diri sendiri berani
menjadi asing, tapi bertahan dan bangga dengan ke’asing’annya yang dianggap benar. Targetnya adalah bukan
hanya pada filosofi diri sendiri yang sanggup memegang ‘bara api’, tapi nyaman
dengan ‘bara’ yang di pegangnya. Sehingga individu dapat mudah berjalan dengan
pendiriannya seperti, menggunakan jilbab panjangnya diantara kerumunan
teman-temannya yang tidak berjilbab seakan itu hal yang dengannya cap bahwa
dirinya nampak suci, posisi dengan dagu terangkat dan mengetahui bahwa
perbedaannya membuat seseorang tersebut spesial di mata Tuhannya.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar