Jumat, 30 Desember 2016

Ukuran Filsafat Kebenaran

Ukuran kebenaran, secara umum orang merasa bahwa tujuan pengetahuan adalah untuk mencapai kebanaran, namun masalahnya tidak hanya sampai disitu saja, problem kebenaran inilah yang memacu tumbuh dan berkembangnya epistimologi, telaah epistimologi terhadap kebenaran membawa kita pada sebuah kesimpulan bahwa perlu dibedakan adanya 3 jenis yaitu kebenaran epistimologis, kebenaran ontologis dan kebenaran semantik.  Kebenaran epistimologis adalah kebenaran yang berhubungan dengan pengetahuan manusia, kebenaran dalam arti ontologis adalah kebenaran sebagai sifat dasar yang melekat pada hakikat segala sesuatu yang ada atau diadakan, kebenaran dalam arti semantic adalah kebenaran yang terdapat serta melekat dalam tutur kata dan bahasa.Dalam membahas kebenaran epistimologis karena kebenaran yang lainnya secara interen akan masuk dalam kategori kebenaran epistimologis, teori yang menjelaskan episyimologis adalah sebagai berikut :
1.      
Teori korespondensi, atau the correspondence theory of truth, menurut teori ini kebenaran itu apabila ada kesesuaian antara arti yang dimaksud oleh suatu pernyataan atau pendapat dengan objek yang dituju oleh pernyataan itu. Suatu proposisi atau pengertian adalah benar apabila terdapat suatu fakta yang diselaraskannya, yaitu apabila ia menyatakan apa adanya, kebenaran adalah yang bersesuaian dengan fakta, yang berselaras dengan realitas yang serasi dengan situasi akal

2.     Teori koherensi tentang kebenaran, atau teori konsistensi atau the consistence of truth yang sering pula dinamakan the coherence of truth, menurut teori ini kebenaran tidak dibentuk atas hubungan antara putusan dengan sesuatu yang lain yaitu fakta dan realitas, tetapi atas hubungan antara antara putusan putusan itu sendiri dengan kata lain kebenaran ditegakkan atas hubungan antara putusan yang baru itu dengan dengan putusan putusan lainnya yang telah kita ketahui dan akui kebenarannya terlebih dahulu.

3.     Teori Fragmatisme tentang kebenaran, atu the fragmatic theory of truth. Menurut teori ini benar tidaknya suatu ucapan, dalil atau teori semata mata tergantung kepada azas manfaat, sesuatu dianggap benar jika mendatangkan manfaat dan akan dikatakan salah jika tidak mendatangkan manfaat. Menurut teori ini suatu kebenaran dan suatu pernyataan diukur dengan criteria apakah pernyataan tersebut bersifat fungsional dalam kehidupan manusia, teori hipotesa atau ide adalah benar apabila ia membawa pada akibat yang memuaskan, apabila ia berlaku dalam praktik apabila ia mempunyai nilai praktis, jadi kebenaran adalah sesuatu yang berlaku.


Tidak ada komentar:

Posting Komentar