Moralitas Kebenaran
Menurut
Gillian (1982) kebenaran (nilai-nilai) ini merupakan bagian dari pengertian
kebudayaan. Hal ini karena memberikan standar rasional dan alasan, yang
mendorong ke arah penolakan manusia dari unsur-unsur peradilan yang mengurangi
kejujuran dan kepentingan dunia.
Moralitas
kebenaran disebut sebagai persamaan dan pemusatan pengertian keadilan, ketika
etos pertanggungjawaban mempercayakan pada konsep keadilan, pengakuan perbedaan
sangat diperlukan. Ketika etos kebenaran adalah sebuah perwujudan dari rasa
hormat kesederajatan, menyeimbangkan tuntutan dari yang lain dan diri sendiri,
etos pertangungjawaban mempercayai pengertian yang memberikan kebangkitan
perasaan dan kepedulian.
Nilai
terpisah dari ideologi ini juga mendorong ke arah penolakan kebijakan dan
keputusan yang bermanfaat, sebagai lawan hukum kejujuran dan keadilan. Karena
pemusatan alasan, rasionalitas dan logika, ada sebuah estetika kemurnian,
menilai penyederhanaan, penjelasan, kemurnian, dan objektivitas dalam penalaran
moral, tentunya pada seluruh penalaran. Nilai kemurnian ini merupakan pusat
ciri-ciri kedudukan.
(Gilligan, 1982, halaman 164-165).
Tidak ada komentar:
Posting Komentar