Jumat, 30 Desember 2016

Pembelajaran Pedagogik Agustinus

       Pedagogik Augustinian 
McCloskey (2005: 3-26) berupaya menjelaskan pedagogi Agustinus dan para penafsirnya. Agustinus menyediakan prinsip yang berfungsi seperti benang untuk dijalin menjadi kain dari karya tulisnya dan kehidupannya. McCloskey mencoba menghubungkan nilai-nilai ini menjadi prinsip untuk memandu pengembangan program pendidikan Augustian juga evaluasi efektivitas programnya. Benang-benang tersebut: 1) Selembar benang Pembelajaran melalui pengalaman-pengalaman Transformatif yang berpusat pebelajar, 2) Selembar benang Pembelajaran untuk pencarian Kebenaran yang berpusat pengetahuan, 3) Selembar benang Pembelajaran Sepenuh hati untuk Pembelajaran, dan 4) Selembar benang Pembelajaran Dialog dalam Kesatuan di Tengah Keterpilahan. Pembangunan kekuatan dan sebuah fundasi bagi Agustinus merupakan proyek senantiasa-bergulir. Pembelajaran sepenuh hati untuk Pembelajaran dibangun tanpa pernah sampai ke titik kesempurnaan. Pengetahuan adalah berguna ketika ia digunakan untuk mempromosikan cinta. Tetapi ia menjadi sia-sia, bahkan merusak, jika ia dipisahkan dari tujuan yang demikian. Di samping metafora scaffolding, Agustinus melihat perkembangan kesepenuhan hatian ini sebagai pendakian tangga. Untuk mencapai sebuah titik yang tinggi untuk mencapai ketinggian dari keagungan, gunakan tanda kerendahatian. Agustinus menunjuk kepada sikap apatis dan jenuh sebagai penghambat bagi kesepenuh-hatian untuk Pembelajaran.  Dalam perjalananannya mencari kebenaran, Agustinus bahkan menemukan berbagai cara metodologis yang berbeda mengenai sumber-sumber kesatuan. Peran guru hendaknya membantu dalam pebelajar memahami suatu pemahaman di luar perbedaan-perbedaan ini. 


Tidak ada komentar:

Posting Komentar